PW PGM INDONESIA Hadiri Dialog Lintas Iman

Jember, 10 Desember 2025 

PW PGM INDONESIA Hadiri Dialog Lintas Iman di Kantor PCNU Jember bersama berbagai komunitas agama dan lintas sektoral Se- Kab Jember.






Pada Rabu, 10 Desember 2025 telah digelar sebuah agenda rutin yaitu Dialog Lintas Iman yg diselenggarakan oleh GUSDURian dan mengundang beberapa wakil komunitas agama, pendidikan dan organisasi di kabupaten Jember. Diantaranya ada PGM Indonesia, Kemenag Jember, Tanoker Ledokombo, komunikasi gereja, IPPNU, Muslimat, Muhammadiyah, Aisyiyah dan masih banyak lagi.

Sebagai founder acara, GUSDURian aktif memperjuangkan pluralisme, toleransi, hak asasi 

manusia, dan keadilan sosial, serta membangun ruang dialog antar pemeluk 

agama dan komunitas, sebagai kontribusi terhadap perdamaian dan kerukunan.

Hadir sebagai Narasumber yaitu :

Ibu Nyai Farha Ciciek Founder Tanoker Ledokombo; aktivitas perempuan yang sangat peduli terhadap persamaan gender, ekologi dan pendidikan lansia juga difabel.

Juga Dr.Asrorul Mias M.Pd wakil rektor 3 UNIPAR Jember; beliau luar biasa, seorang difabel yang telah membuktikan bahwa difabel bukan halangan untuk berkarya, berprestasi dan cemerlang di dunia pendidikan.

Sementara itu, masalah kekerasan terhadap Perempuan, terutama di ranah 

keluarga dan komunitas masih menjadi isu serius di Indonesia yg juga dibahas dalam forum dialog ini.Rumah dan 

komunitas seharusnya menjadi ruang aman, tetapi kenyataannya banyak 

perempuan mengalami kekerasan di ruang privat, baik berupa fisik, psikologis, 

maupun struktural. Karena itu, upaya pencegahan dan penanganan kekerasan 

terhadap perempuan tidak bisa hanya mengandalkan regulasi atau layanan formal: 

dibutuhkan kesadaran kolektif, pemahaman nilai kemanusiaan, dan komitmen 

bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Dalam konteks ini, GUSDURian dengan dasar nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, 

persaudaraan, dan kearifan lokal memiliki relevansi besar untuk menjadi 

penyelenggara dan penggerak kampanye. Pendekatan berbasis nilai agama dan 

budaya, toleransi lintas iman, serta komitmen terhadap keadilan sosial membuat 

GUSDURian sangat cocok untuk menjalankan kampanye 16 HAKTP.

Dengan tema “Kita Punya Andil: Rebut Kembali Ruang Aman”, kampanye ini 

menjadi kesempatan bagi GUSDURian untuk memperluas urgensi nilai toleransi, 

kesetaraan gender, dan perlindungan terhadap perempuan ke dalam kerja-kerja 

sosial, budaya, dan komunitas. Keterlibatan GUSDURian juga dapat membuka 

ruang dialog lintas agama/komunitas, mendorong solidaritas, dan memperkuat ketahanan keluarga serta komunitas, sehingga ruang aman untuk perempuan dan 

kelompok rentan bisa benar-benar terwujud.

Dengan demikian, pelaksanaan kampanye oleh GUSDURian bukan hanya relevan, 

tetapi strategis: mempertemukan semangat pluralisme dan hak asasi manusia ala 

Gus Dur dengan urgensi perlindungan Perempuan, untuk menghasilkan 

perubahan sosial yang lebih mendasar.

2. Tujuan Kegiatan

1. Menguatkan pemahaman masyarakat, terutama komunitas keagamaan 

bahwa setiap orang “punya andil” dalam menciptakan ruang aman bebas 

kekerasan terhadap perempuan.

2. Mendorong FKUB dan organisasi-organisasi keagamaan untuk mengambil 

peran aktif dalam kampanye 16 HAKTP 2025 melalui pendekatan nilai 

agama dan budaya lokal.

3. Menyediakan ruang dialog dan edukasi lintas iman dan komunitas untuk 

memperkuat solidaritas dan komitmen bersama terhadap perlindungan 

perempuan.

4. Meningkatkan akses informasi, layanan, dan dukungan , baik bagi korban 

maupun pencegahan melalui kolaborasi antar sektor: keagamaan, 

masyarakat sipil, pemerintah lokal, dan lembaga perlindungan perempuan.

5. Mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, tokoh 

agama, komunitas lokal, generasi muda, hingga pemangku kebijakan 

untuk bersama-sama merespons isu kekerasan terhadap perempuan.

Tema Kegiatan Dialog kali ini adalah 

“Kita Punya Andil: Rebut Kembali Ruang Aman”

Waktu dan Tempat

Hari/Tanggal : Rabu, 10 Desember 2025

Waktu : 13.00 – 15.00 WIB

Tempat : Aula PCNU Jember (Jl. Imam Bonjol No.41A, Kaliwates Jember).

PGM Indonesia sebagai organisasi profesi guru madrasah hadir memberi semangat dan motivasi agar pluralisme dan moderasi beragama di Indonesia khususnya di kabupaten Jember terus terjalin baik dengan semua komunikasi lintas agama dan lintas sektoral.

Tujuan moderasi beragama yang ingin diwujudkan oleh PGM Indonesia adalah 

1. mewujudkan kehidupan beragama yang harmonis, toleran, dan damai di tengah keragaman dengan cara memahami dan mengamalkan ajaran agama secara seimbang (tidak ekstrem)

2.  menghormati perbedaan, menolak kekerasan, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dengan menerima tradisi lokal, demi menjaga persatuan dan menghindari konflik. Ini mencakup menjaga keselarasan antara keyakinan pribadi dan kehidupan sosial yang majemuk. 

3. Menciptakan Harmoni Sosial: Menjaga kerukunan dan meminimalkan potensi konflik antar umat beragama di tengah masyarakat yang beragam.

4. Menghindari Ekstremisme: Mendorong pemahaman agama yang tidak berlebihan (ekstrem) atau kaku, baik ke kanan maupun ke kiri, serta tidak memaksakan pandangan agama kepada orang lain.

5. Menjunjung Tinggi Toleransi: Mendorong sikap saling menghormati, menghargai kebebasan beragama, dan membuka ruang bagi keyakinan lain.

6. Memperkuat Karakter Bangsa: Membentuk individu yang berkarakter kuat, mengamalkan nilai-nilai universal agama (kasih sayang, keadilan), dan berkontribusi positif bagi bangsa.

Hadir mewakili PW PGM Indonesia Jawa Timur,Hj.Safitri Zubaidah M.Pd.I selaku bendahara Umum dan Eka Laili Hermayanti M.Pd selaku sekretaris.



Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *