Ikhtiar Panjang Berbuah Manis: PW PGM Indonesia Jatim Kawal Pencairan Dana Terhutang 2018–2019

 





SITUBONDO – Perjuangan panjang Pengurus Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGM Indonesia) Jawa Timur sejak tahun 2022 akhirnya membuahkan hasil. Dana terhutang bagi guru madrasah tahun 2018–2019 resmi dicairkan oleh pemerintah. Capaian ini menjadi kabar menggembirakan, khususnya bagi guru madrasah swasta yang selama bertahun-tahun menanti kepastian haknya.


Ketua PW PGM Indonesia Jawa Timur, Hudri S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa pencairan dana terhutang tersebut merupakan buah dari ikhtiar yang konsisten, penuh kesabaran, serta komunikasi berkelanjutan dengan berbagai pemangku kebijakan, baik di tingkat daerah maupun pusat.


Awal Perjuangan Sejak 2022


Pasca pelantikan PW PGM Indonesia Jawa Timur pada Oktober 2022, jajaran pengurus langsung bergerak melakukan silaturahim dan audiensi ke Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, berbagai keluhan guru madrasah disampaikan, salah satunya terkait Tunjangan Profesi Guru (TPG) yang terhutang pada tahun 2018–2019 bagi guru yang telah sertifikasi dan inpassing.


Di Kanwil Kemenag Jatim, pengurus PGM Indonesia dipertemukan dengan Bpk Dr. Santoso, perwakilan Kanwil Kemenag Jatim. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pemerintah memang masih memiliki tanggungan kepada guru madrasah dan hak tersebut wajib diperjuangkan. Kanwil Kemenag Jatim pun berkomitmen untuk mengupayakan pengajuan ke pemerintah pusat, meskipun harus melalui proses panjang yang memerlukan waktu bertahun-tahun.


Aspirasi Disuarakan ke Berbagai Lini


Upaya PW PGM Indonesia Jatim tidak berhenti di Kanwil Kemenag. Aspirasi serupa juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) serta DPRD Provinsi Jawa Timur, sebagai bagian dari ikhtiar memperluas dukungan kebijakan.


Pada tahun 2023, PW PGM Indonesia Jatim kembali bersilaturahim ke Kanwil Kemenag Jatim. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum mengundang Kepala Kanwil Kemenag Jatim untuk hadir dalam Milad ke-15 PGM Indonesia di Jember, yang digelar pada 24 Juli 2023. 


Disuarakan di Setiap Pelantikan Daerah


Aspirasi dana terhutang guru madrasah juga secara konsisten disampaikan dalam setiap agenda pelantikan Pengurus Daerah (PD) dan Pengurus Cabang (PC) PGM Indonesia di seluruh Jawa Timur.


Pada Pelantikan PD PGM Indonesia Kabupaten Probolinggo, 3 Januari 2023, aspirasi tersebut disampaikan di hadapan Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo saat itu, di jabat oleh Bpk Dr.Ahmad Sruji Bahtiar, yang kini menjabat Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur, serta dihadiri Ketua PP PGM Indonesia. Hal serupa juga dilakukan pada pelantikan PD PGM Indonesia Kabupaten Jember (Februari 2023) dan Kabupaten Sampang (Maret 2023), Bondowoso, Situbondo, Pasuruan,Jombang,Sumenep,Pamekasan ,lumajang,malang kota serta di berbagai pelantikan PD kabupaten/kota dan PC kecamatan lainnya di Jawa Timur. 


Konsisten Hingga Tingkat Pusat


Sebagai organisasi yang terstruktur dari tingkat PP, PW, PD hingga PC, PGM Indonesia terus mengawal aspirasi guru madrasah hingga tingkat nasional. Advokasi dilakukan melalui koordinasi dengan Komisi XIII ( 2024-2025) dan Komisi X DPR RI ( 2025) Kementerian Agama RI, (2024-2025) Direktorat GTK, Direktorat KSKK ( 2024) Kemenag Pusat, serta kementerian terkait seperti Kementerian PAN-RB, BKN, dan Kementerian Keuangan RI. Dan moment yg paling sakral yg di laksanakan oleh PGM Indonesia yakni DOA BERSAMA Di masjid Istiqlal Jakarta tgl 24 Nov- 2025 yg di hadiri ribuan guru Madrasah se Indonesia, alhamdulilah di ijabah Oleh Allah SWT dg kekuatan Doa para guru Madrasah berkumpul dan bermunajat untuk bangsa dan negara. Aman sejahtera. 


Sejumlah hasil konkret pun mulai dirasakan, antara lain terbitnya SK Inpassing Baru pada tahun 2025, pencairan dana terhutang guru madrasah tahun 2018–2019, serta terus bergulirnya usulan penambahan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) Madrasah sebagai penguatan pengakuan guru profesional.


Perjuangan dan Keadilan Sosial


PW PGM Indonesia Jatim menegaskan bahwa perjuangan ini lahir dari realitas yang dialami guru madrasah swasta: gaji minim, sarana prasarana terbatas, serta belum terakomodir dalam program P3K yang selama ini lebih banyak menyasar guru honorer di satuan kerja negeri. Kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan sosial, padahal sama sama ikut mencerdaskan kehidupan bangsa juga madrasah merupakan fondasi awal pendidikan yang beradab dan berakhlakul karimah.


Ucapan Terima Kasih


Atas capaian tersebut, PW PGM Indonesia Jawa Timur menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kementerian Agama RI di bawah kepemimpinan KH. Nazaruddin Umar, Kanwil Kemenag Jatim Ibu Gubernur Jatim, MUI Jatim dan Kemenag Kabupaten/Kota, Direktorat GTK dan KSKK Kemenag Pusat, DPR RI dan DPRD, Wakil Menteri Agama RI Romo Syafi’i, serta seluruh pengurus PD, PC, kepala madrasah, dan guru madrasah negeri maupun swasta.


“Semoga perjuangan dalam membela guru-guru madrasah ini dicatat sebagai amal ibadah di sisi Allah SWT,” ujar Hudri.


Situbondo, 05 Januari 2026


Ketua PW PGM Indonesia Jawa Timur

HUDRI S.Ag., M.Pd.I.

Postingan Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *